Tritioaseton(CAS#828-26-2)
Kode Risiko | R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. R36/38 – Mengiritasi mata dan kulit. R11 – Sangat Mudah Terbakar |
Deskripsi Keamanan | S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S37/39 – Kenakan sarung tangan dan pelindung mata/wajah yang sesuai S9 – Simpan wadah di tempat yang berventilasi baik. S33 – Lakukan tindakan pencegahan terhadap muatan listrik statis. S16 – Jauhkan dari sumber api. |
ID PBB | PBB 3334 |
WGK Jerman | 2 |
RTEC | YL8350000 |
Kode HS | 29309090 |
Perkenalan
Trithioacetone, juga dikenal sebagai etilenedition. Berikut ini pengenalan sifat, kegunaan, cara pembuatan dan informasi keamanan trithiacetone:
Kualitas:
- Penampilan: Trithiacetone adalah cairan tidak berwarna hingga kekuningan.
- Bau: Memiliki rasa belerang yang kuat.
- Kelarutan: Larut dalam pelarut organik seperti etanol, eter dan keton.
Menggunakan:
- Trithiacetone umumnya digunakan dalam sintesis organik sebagai zat vulkanisir, zat pereduksi dan reagen penggandeng.
- Digunakan dalam pembuatan sulfida organik, seperti berbagai senyawa heterosiklik yang mengandung sulfur.
- Pada industri karet dapat digunakan sebagai akselerator.
-Dapat juga digunakan sebagai bahan tambahan untuk larutan pembersih logam dan pelapisan listrik.
Metode:
- Tritionon dapat diperoleh dengan mereaksikan iodoaseton dengan belerang dengan adanya karbon disulfida (CS2) dan dimetil sulfoksida (DMSO).
- Persamaan reaksi: 2CH3COCI + 3S → (CH3COS)2S3 + 2HCI
Informasi Keselamatan:
- Trithiacetone memiliki bau yang menyengat dan sebaiknya hindari menghirup gas dengan konsentrasi tinggi.
- Jika terkena kulit, dapat menyebabkan iritasi, iritasi, atau kerusakan kulit.
- Kenakan alat pelindung diri yang sesuai, termasuk kacamata pelindung dan sarung tangan, saat digunakan.
- Hindari kontak dengan sumber api dan oksidan kuat selama penyimpanan, dan jaga agar tetap berventilasi baik.