Kompleks belerang trioksida-trietilamina (CAS# 761-01-3)
Simbol Bahaya | C – Korosif |
Kode Risiko | 34 – Menyebabkan luka bakar |
Deskripsi Keamanan | S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S36/37/39 – Kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai. S45 – Jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika memungkinkan.) |
ID PBB | PBB 3261 8/PG 2 |
WGK Jerman | 3 |
KODE F MEREK FLUKA | 3-10-21 |
Kode HS | 29211990 |
Kelas Bahaya | 8 |
Grup Pengepakan | II |
Perkenalan
Kompleks belerang trioksida-trietilamina(Kompleks belerang trioksida-trietilamina) adalah senyawa belerang organik. Rumus kimianya adalah (C2H5)3N · SO3. Kompleks ini memiliki sifat-sifat berikut:
1. Stabilitas struktural: Kompleks ini padat pada suhu kamar dan memiliki stabilitas yang baik.
2. katalis: kompleks sering digunakan sebagai katalis untuk asilasi, esterifikasi, midasi dan reaksi lain dalam sintesis organik.
3. Aktivitas tinggi: Kompleks belerang trioksida-trietilamina adalah donor gugus sulfat yang sangat aktif, yang secara efektif dapat mengkatalisis berbagai reaksi dalam sintesis organik.
4. pelarut cairan ionik: Kompleks belerang trioksida-trietilamina dapat digunakan sebagai pelarut cairan ionik dalam beberapa reaksi, menyediakan lingkungan katalitik yang baik.
Metode persiapan kompleks adalah sebagai berikut:
1. Metode pencampuran langsung: campurkan langsung belerang trioksida dan trietilamina dalam perbandingan molar tertentu, aduk dan bereaksi pada suhu yang sesuai, dan akhirnya dapatkan kompleks Sulfur trioksida-trietilamina.
2. metode sedimentasi: pertama sulfur trioksida dan trietilamina dilarutkan dalam pelarut yang sesuai, pelarut yang umum digunakan adalah karbon klorida atau benzena. Kompleks hadir dalam larutan dalam bentuk fase larutan dan dipisahkan serta dimurnikan melalui pengendapan.
Tentang informasi keselamatan:
1. Kompleks sulfur trioksida-trietilamina bersifat korosif dan mengiritasi kulit dan mata. Kenakan sarung tangan pelindung, kacamata, dan pakaian pelindung bahan kimia selama pengoperasian.
2. Senyawa tersebut dapat menghasilkan gas beracun pada suhu tinggi. Perhatian harus diberikan pada kondisi ventilasi dan hindari kontak dengan bahan mudah terbakar.
3. Selama penyimpanan dan penggunaan, kompleks Sulfur trioksida-trietilamina harus diisolasi dari air, oksigen, dan oksidan lainnya untuk menghindari reaksi hebat.
Sebelum melakukan operasi eksperimental apa pun, pastikan untuk memahami sifat dan informasi keselamatan senyawa secara rinci, dan ikuti prosedur pengoperasian dan langkah-langkah keselamatan yang sesuai.