halaman_banner

produk

Natrium trifluorometanasulfinat(CAS#2926-29-6)

Sifat Kimia:

Rumus Molekuler CF3NaO2S
Massa Molar 156.06
Titik lebur <325°C
Titik Boling 222,8°C pada 760 mmHg
Titik nyala 88,5°C
Kelarutan Air (Sedikit)
Tekanan Uap 0,0369mmHg pada 25°C
Penampilan bubuk
Warna putih
BRN 3723394
Kondisi Penyimpanan Simpan di tempat gelap, suasana lembam, suhu kamar
MDL MFCD03092989

Detil Produk

Label Produk

Simbol Bahaya Xi – Mengiritasi
Kode Risiko R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit.
R36/38 – Mengiritasi mata dan kulit.
Deskripsi Keamanan S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis.
S36/37/39 – Kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai.
WGK Jerman 3
TSCA No
Kode HS 29309090
Kelas Bahaya IRITASI

 

Perkenalan

Natrium trifluorometana sulfinat, juga dikenal sebagai natrium trifluorometana sulfonat. Berikut ini pengenalan sifat, kegunaan, metode pembuatan dan informasi keamanan senyawa:

 

Kualitas:

- Natrium trifluorometana sulfinat merupakan padatan kristal berwarna putih yang mudah larut dalam air dan pelarut organik.

- Merupakan garam asam kuat yang dapat dihidrolisis dengan cepat untuk menghasilkan gas asam belerang.

- Senyawa tersebut bersifat pengoksidasi, pereduksi, dan bersifat asam kuat.

 

Menggunakan:

- Natrium trifluorometana sulfinat banyak digunakan sebagai katalis dan elektrolit.

- Sering digunakan sebagai reagen evaluasi keasaman kuat dalam reaksi sintesis organik, seperti senyawa ion karbon yang distabilkan.

- Dapat juga digunakan untuk penelitian elektrolit polimer dan bahan baterai.

 

Metode:

- Pembuatan natrium trifluorometana sulfinat biasanya diperoleh dengan mereaksikan trifluorometanasulfonil fluorida dengan natrium hidroksida.

- Gas asam sulfat yang dihasilkan selama proses persiapan harus dibuang dan dihilangkan dengan benar.

 

Informasi Keselamatan:

- Natrium trifluorometana sulfinat bersifat korosif dan mengiritasi sehingga harus dihindari kontak langsung dengan kulit, mata, dan saluran pernapasan.

- Alat pelindung diri seperti sarung tangan laboratorium, kacamata, dan pakaian pelindung harus dipakai selama penanganan.

- Jaga agar tetap berventilasi baik selama penyimpanan dan penggunaan.

 


  • Sebelumnya:
  • Berikutnya:

  • Tulis pesan Anda di sini dan kirimkan kepada kami