Feniltrimetoksisilana; PTMS (CAS#2996-92-1)
Kode Risiko | R10 – Mudah terbakar R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. R68/20/21/22 - R20/21/22 – Berbahaya jika terhirup, jika kena kulit, dan jika tertelan. R14 – Bereaksi hebat dengan air |
Deskripsi Keamanan | S7 – Jaga agar wadah tetap tertutup rapat. S16 – Jauhkan dari sumber api. S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S36/37 – Kenakan pakaian pelindung dan sarung tangan yang sesuai. S45 – Jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika memungkinkan.) S37/39 – Kenakan sarung tangan dan pelindung mata/wajah yang sesuai S36 – Kenakan pakaian pelindung yang sesuai. |
ID PBB | PBB 1992 3/PG 3 |
WGK Jerman | 3 |
RTEC | VV5252000 |
KODE F MEREK FLUKA | 10-21 |
TSCA | Ya |
Kode HS | 29319090 |
Kelas Bahaya | 3.2 |
Grup Pengepakan | AKU AKU AKU |
Perkenalan
Phenyltrimethoxysilane adalah senyawa organosilikon. Berikut ini adalah pengenalan sifat, kegunaan, metode pembuatan dan informasi keamanan feniltrimetoksisilan:
Kualitas:
- Penampilan: Phenyltrimethoxysilane adalah cairan tidak berwarna.
- Kelarutan: larut dalam pelarut organik non-polar, seperti metilen klorida, petroleum eter, dll.
- Stabilitas: Stabil pada suhu kamar, namun berpotensi terurai jika terkena sinar matahari langsung.
Menggunakan:
Phenyltrimethoxysilane banyak digunakan dalam bidang sintesis organik dan modifikasi permukaan, dan kegunaan spesifiknya adalah sebagai berikut:
- Katalis: Dapat digunakan sebagai katalis asam Lewis untuk mendorong reaksi organik.
- Bahan fungsional: dapat digunakan untuk menyiapkan bahan polimer, pelapis, perekat, dll.
Metode:
Phenyltrimethoxysilane dapat dibuat dengan:
Feniltriklorosilan direaksikan dengan metanol membentuk feniltrimetoksisilana dan dihasilkan gas hidrogen klorida:
C6H5SiCl3 + 3CH3OH → C6H5Si(OCH3)3 + 3HCl
Informasi Keselamatan:
- Jika kena kulit atau mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis.
- Hindari menghirup uapnya dan gunakan di tempat yang berventilasi baik.
- Hindari kontak dengan oksidan dan asam saat menyimpan.
- Kenakan alat pelindung diri (APD) yang sesuai seperti kacamata pengaman, sarung tangan, dll saat digunakan.