Metil tiobutirat(CAS#2432-51-1)
Simbol Bahaya | Xi – Mengiritasi |
Kode Risiko | R10 – Mudah terbakar R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. |
Deskripsi Keamanan | S16 – Jauhkan dari sumber api. S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S36/37/39 – Kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai. S37/39 – Kenakan sarung tangan dan pelindung mata/wajah yang sesuai |
ID PBB | PBB 1993 3/PG 3 |
WGK Jerman | 3 |
TSCA | Ya |
Kode HS | 29309090 |
Kelas Bahaya | 3 |
Grup Pengepakan | AKU AKU AKU |
Perkenalan
Metil tiobutirat. Berikut ini adalah pengenalan sifat, kegunaan, metode pembuatan dan informasi keamanan metil tiobutirat:
1. Alam:
Methyl thiobutyrate adalah cairan tidak berwarna dengan bau tidak sedap yang menyengat. Ini dapat larut dalam alkohol, eter, hidrokarbon, dan beberapa pelarut organik.
2. Penggunaan:
Methyl thiobutyrate terutama digunakan sebagai bahan pestisida dan insektisida, terutama dalam pengendalian hama seperti semut, nyamuk dan belatung bawang putih. Ini juga dapat digunakan sebagai perantara dalam sintesis organik untuk sintesis senyawa lain.
3. Metode:
Pembuatan metil tiobutirat biasanya diperoleh melalui reaksi natrium tiosulfat dengan bromobutana. Metode persiapan spesifiknya adalah sebagai berikut:
Natrium tiosulfat direaksikan dengan bromobutana dalam kondisi basa menghasilkan natrium tiobutil sulfat. Kemudian, dengan adanya metanol, reaksi refluks dipanaskan untuk esterifikasi natrium tiobutil sulfat dengan metanol menghasilkan metil tiobutirat.
4. Informasi Keselamatan:
Metil tiobutirat mempunyai toksisitas yang tinggi. Hal ini dapat berbahaya bagi tubuh manusia dan lingkungan. Paparan metil tiobutirat dapat menyebabkan iritasi kulit, iritasi mata, dan iritasi pernafasan. Pada konsentrasi tinggi, ia juga mudah terbakar dan meledak. Saat menggunakan metil tiobutirat, tindakan perlindungan pribadi harus diperkuat, kontak dengan kulit dan mata harus dihindari, dan penggunaan di area yang berventilasi baik harus dipastikan. Selain itu, pedoman dan peraturan penanganan keselamatan yang relevan harus dipatuhi untuk penanganan dan penyimpanan senyawa yang benar. Jika terjadi gejala keracunan, segera dapatkan bantuan medis.