Isopropil Disulfida(CAS#4253-89-8)
Kode Risiko | R11 – Sangat Mudah Terbakar R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. R52 – Berbahaya bagi organisme akuatik R50 – Sangat Beracun bagi organisme perairan |
Deskripsi Keamanan | S9 – Simpan wadah di tempat yang berventilasi baik. S16 – Jauhkan dari sumber api. S29 – Jangan membuang ke saluran pembuangan. S33 – Lakukan tindakan pencegahan terhadap muatan listrik statis. S36 – Kenakan pakaian pelindung yang sesuai. S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S61 – Hindari pelepasan ke lingkungan. Lihat petunjuk khusus/lembar data keselamatan. |
ID PBB | PBB 1993 3/PG 2 |
WGK Jerman | 3 |
Kode HS | 29309090 |
Kelas Bahaya | 3.1 |
Grup Pengepakan | II |
Perkenalan
Isopropil disulfida adalah senyawa organik. Berikut ini pengenalan sifat, kegunaan, cara pembuatan dan informasi keselamatannya:
1. Alam:
- Isopropil disulfida adalah cairan tidak berwarna hingga kuning pucat dengan bau menyengat yang menyengat.
- Larut dalam sebagian besar pelarut organik seperti etanol, eter, dan benzena.
- Pada suhu kamar, isopropil disulfida bereaksi dengan oksigen di udara membentuk sulfur monoksida dan sulfur dioksida.
2. Penggunaan:
- Isopropil disulfida terutama digunakan sebagai reagen dalam sintesis organik dan dapat digunakan dalam sintesis senyawa organosulfur, merkaptan, dan fosfodiester.
- Ini juga digunakan sebagai bahan tambahan pada pelapis, karet, plastik, dan tinta untuk meningkatkan kinerja produk.
3. Metode:
Isopropil disulfida biasanya disintesis oleh:
- Reaksi 1: Karbon disulfida bereaksi dengan isopropanol dengan adanya katalis membentuk isopropil disulfida.
- Reaksi 2: Oktanol bereaksi dengan belerang membentuk tiosulfat, kemudian bereaksi dengan isopropanol membentuk isopropil disulfida.
4. Informasi Keselamatan:
- Isopropyl disulfide bersifat iritasi dan dapat menyebabkan iritasi serta luka bakar jika terkena kulit dan mata.
- Hindari menghirup uap isopropil disulfida saat penggunaan dan hindari kontak langsung dengan kulit.
- Kenakan peralatan pelindung yang sesuai, termasuk sarung tangan, kacamata, dan pakaian pelindung, saat menggunakannya.
- Segera dapatkan bantuan medis jika terhirup atau tertelan.