Heptaldehida(CAS#111-71-7)
Kode Risiko | R10 – Mudah terbakar R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. R38 – Mengiritasi kulit R50/53 – Sangat beracun bagi organisme perairan, dapat menyebabkan efek buruk jangka panjang pada lingkungan perairan. |
Deskripsi Keamanan | S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S36 – Kenakan pakaian pelindung yang sesuai. S37 – Kenakan sarung tangan yang sesuai. S16 – Jauhkan dari sumber api. S61 – Hindari pelepasan ke lingkungan. Lihat petunjuk khusus/lembar data keselamatan. S60 – Bahan ini dan wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya. |
ID PBB | PBB 3056 3/PG 3 |
WGK Jerman | 1 |
RTEC | MI6900000 |
TSCA | Ya |
Kode HS | 2912 19 00 |
Catatan Bahaya | Mengiritasi |
Kelas Bahaya | 3 |
Grup Pengepakan | AKU AKU AKU |
Toksisitas | LD50 per oral pada Kelinci: > 5000 mg/kg LD50 melalui kulit Kelinci > 5000 mg/kg |
Perkenalan
Heptanal. Berikut ini adalah pengenalan sifat, kegunaan, metode pembuatan dan informasi keamanan heptanaldehida:
Kualitas:
1. Penampilan: Heptanal adalah cairan tidak berwarna dengan bau menyengat yang khas.
2. Kepadatan: Heptanal memiliki kepadatan lebih tinggi, sekitar 0,82 g/cm³.
4. Kelarutan: Heptanal larut dalam pelarut alkohol dan eter, tetapi hampir tidak larut dalam air.
Menggunakan:
1. Heptanaldehida merupakan senyawa antara penting yang dapat digunakan dalam produksi biodiesel, keton, asam dan senyawa lainnya.
2. Heptanaldehida sering digunakan dalam pembuatan wewangian sintetis, resin, plastik, dll.
3. Heptanaldehida juga dapat digunakan sebagai reagen kimia dan dapat digunakan dalam sintesis organik, surfaktan dan bidang lainnya.
Metode:
Ada dua metode utama untuk pembuatan heptanaldehida:
1. Oksidasi heptana: Heptanaldehida dapat dibuat melalui reaksi oksidasi antara heptana dan oksigen pada suhu tinggi.
2. Eterifikasi vinil alkohol: Heptanal juga dapat diperoleh dengan eterifikasi 1,6-heksadiena dengan vinil alkohol.
Informasi Keselamatan:
1. Heptanaldehida mempunyai bau yang menyengat dan mempunyai efek iritasi pada mata dan sistem pernafasan, sehingga harus dijauhkan dari mata, mulut dan hidung.
2. Heptanaldehida bersifat mengiritasi kulit, jadi harus segera dibilas dengan air setelah kontak.
3. Uap heptanaldehida dapat menyebabkan sakit kepala, pusing, dan gejala tidak nyaman lainnya, dan harus digunakan di lingkungan yang berventilasi baik.
4. Heptanaldehida adalah cairan yang mudah terbakar, jadi hindari kontak dengan api terbuka dan suhu tinggi.