Minyak cengkeh (CAS#8000-34-8)
Kode Risiko | R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. R21/22 – Berbahaya jika kena kulit dan jika tertelan. |
Deskripsi Keamanan | S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S36 – Kenakan pakaian pelindung yang sesuai. |
WGK Jerman | 3 |
RTEC | GF6900000 |
Perkenalan
Minyak cengkeh, juga dikenal sebagai eugenol, adalah minyak atsiri yang diekstraksi dari kuncup bunga kering pohon cengkeh. Berikut ini adalah pengenalan singkat tentang khasiat, kegunaan, cara pembuatan dan informasi keamanan minyak cengkeh:
Kualitas:
- Penampilan: Cairan tidak berwarna sampai kuning pucat
- Bau: Aromatik, pedas
- Kelarutan: larut dalam pelarut alkohol dan eter, tidak larut dalam air
Menggunakan:
- Industri wewangian: Aroma minyak cengkeh antara lain dapat digunakan untuk membuat parfum, sabun, dan produk aromaterapi.
Metode:
Penyulingan: Tunas cengkeh yang sudah kering dimasukkan ke dalam alat penyulingan dan disuling dengan uap hingga diperoleh hasil sulingan yang mengandung minyak cengkeh.
Metode ekstraksi pelarut: tunas cengkeh direndam dalam pelarut organik, seperti eter atau petroleum eter, dan setelah ekstraksi dan penguapan berulang kali, diperoleh ekstrak pelarut yang mengandung minyak cengkeh. Kemudian pelarutnya dihilangkan dengan cara distilasi untuk memperoleh minyak cengkeh.
Informasi Keselamatan:
- Minyak cengkeh umumnya dianggap aman bila digunakan dalam jumlah sedang, namun penggunaan berlebihan dapat menyebabkan ketidaknyamanan dan reaksi merugikan.
- Minyak cengkeh mengandung eugenol yang dapat menyebabkan reaksi alergi pada beberapa orang. Orang yang sensitif sebaiknya menjalani tes kulit untuk memastikan tidak adanya reaksi alergi sebelum menggunakan minyak cengkeh.
- Paparan minyak cengkeh dalam jangka panjang dalam jumlah banyak dapat menyebabkan iritasi kulit dan alergi.
- Jika minyak cengkeh tertelan, dapat menyebabkan ketidaknyamanan pencernaan dan gejala keracunan, jadi segera dapatkan bantuan medis.