2-6-Diklorobenzonitril(CAS#1194-65-6)
Kode Risiko | R21 – Berbahaya jika kena kulit R51/53 – Beracun bagi organisme perairan, dapat menyebabkan dampak buruk jangka panjang pada lingkungan perairan. |
Deskripsi Keamanan | S36/37 – Kenakan pakaian pelindung dan sarung tangan yang sesuai. S61 – Hindari pelepasan ke lingkungan. Lihat petunjuk khusus/lembar data keselamatan. |
ID PBB | PBB 3077 9/PG 3 |
WGK Jerman | 2 |
RTEC | DI3500000 |
Kode HS | 29269090 |
Catatan Bahaya | Iritasi/Beracun |
Kelas Bahaya | 9 |
Grup Pengepakan | AKU AKU AKU |
Toksisitas | LD50 pada tikus, mencit (mg/kg): 2710, 6800 secara oral (Bailey, White) |
Perkenalan
2,6-Diklorobenzonitril adalah senyawa organik. Berikut ini pengenalan sifat, kegunaan, cara pembuatan dan informasi keselamatannya:
Kualitas:
- Penampilan: 2,6-Dichlorobenzonitrile adalah kristal tidak berwarna hingga kuning pucat.
- Kelarutan: Ia memiliki kelarutan tertentu dan memiliki kelarutan yang tinggi di antara pelarut organik umum.
Menggunakan:
- Ini adalah zat antara yang umum digunakan dalam sintesis organik dan dapat digunakan sebagai zat awal untuk sintesis senyawa lain.
- Senyawa ini juga mempunyai penerapan tertentu dalam bidang penelitian, seperti sebagai standar internal untuk teknik analisis seperti kromatografi cair.
Metode:
- 2,6-Diklorobenzonitril dapat diperoleh melalui reaksi aktivator benzonitril dan klorin, dan zat reaksi yang umum digunakan termasuk sianoklorida.
Informasi Keselamatan:
- 2,6-Dichlorobenzonitrile adalah senyawa organik dan tindakan pencegahan keselamatan laboratorium umum harus diikuti.
- Senyawa ini dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan, dan tindakan pencegahan yang tepat harus dilakukan selama penanganan.
- Menghirup atau terpapar 2,6-diklorobenzonitril dapat menyebabkan gangguan kesehatan yang serius seperti sistem saraf pusat, hati, dan paru-paru.
- Saat menyimpan dan menangani, senyawa harus dipisahkan dari zat seperti oksidan, asam kuat, basa kuat, dll, untuk menghindari reaksi berbahaya.
Saat bekerja dengan bahan kimia, ikuti protokol keselamatan laboratorium yang sesuai dan baca Lembar Data Keamanan Bahan Kimia (MSDS) yang relevan.