3 5-difluorobenzaldehida(CAS#32085-88-4)
Simbol Bahaya | Xi – Mengiritasi |
Kode Risiko | 36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. |
Deskripsi Keamanan | S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S36 – Kenakan pakaian pelindung yang sesuai. S37/39 – Kenakan sarung tangan dan pelindung mata/wajah yang sesuai |
ID PBB | PBB 1989 3/PG 3 |
WGK Jerman | 3 |
KODE F MEREK FLUKA | 10-21 |
Kode HS | 29124990 |
Catatan Bahaya | Mengiritasi |
Kelas Bahaya | 3 |
Grup Pengepakan | AKU AKU AKU |
Perkenalan
3,5-difluorobenzaldehyde adalah senyawa organik dengan rumus kimia C7H4F2O. Berikut ini penjelasan tentang sifat, kegunaan, penyiapan dan informasi keamanan senyawa tersebut:
Properti: 3,5-difluorobenzaldehyde adalah padatan tidak berwarna hingga kuning muda dengan bau fenon khusus. Ia memiliki massa jenis 1,383g/cm³, titik leleh 48-52°C, dan titik didih 176-177°C. 3,5-difluorobenzaldehyde tidak larut dalam air, tetapi larut dalam pelarut organik seperti etanol, eter, dan benzena.
Kegunaan: 3,5-difluorobenzaldehyde umumnya digunakan sebagai zat antara dalam sintesis organik. Ini dapat digunakan untuk mensintesis berbagai senyawa organik yang mengandung fluor, terutama untuk reaksi kimia yang memasukkan atom fluor ke dalam molekul organik. Selain itu juga dapat digunakan sebagai perantara sintetik untuk obat-obatan, pestisida dan pewarna.
metode persiapan: metode pembuatan 3,5-difluorobenzaldehida dapat diperoleh dengan mereaksikan metanol 3,5-difluorobenzil dengan pereaksi asam aldehida (seperti asam trikloroformat, dll.). Metode sintetik spesifik dapat merujuk pada Buku Panduan Sintesis Organik dan literatur terkait.
Informasi keselamatan: 3,5-difluorobenzaldehyde adalah bahan kimia dan harus digunakan dengan aman. Bahan ini mengiritasi dan korosif serta dapat menyebabkan kerusakan pada mata, kulit, dan sistem pernapasan. Peralatan pelindung diri yang sesuai seperti kacamata, sarung tangan dan pelindung wajah harus dipakai saat digunakan. Ikuti praktik keselamatan laboratorium dan simpan, tangani, dan buang senyawa tersebut dengan benar. Jika terjadi kontak atau tertelan secara tidak sengaja, segera dapatkan bantuan medis dan berikan informasi yang diperlukan kepada dokter.