Garam 2-etil-hexanoicacilithium (CAS#15590-62-2)
Risiko dan Keamanan
Kode Risiko R11 – Sangat Mudah Terbakar
R34 – Menyebabkan luka bakar
R50/53 – Sangat beracun bagi organisme perairan, dapat menyebabkan efek buruk jangka panjang pada lingkungan perairan.
R65 – Berbahaya: Dapat menyebabkan kerusakan paru-paru jika tertelan
R67 – Uap dapat menyebabkan kantuk dan pusing
R38 – Mengiritasi kulit
Deskripsi Keselamatan S9 – Simpan wadah di tempat yang berventilasi baik.
S16 – Jauhkan dari sumber api.
S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis.
S29 – Jangan membuang ke saluran pembuangan.
S33 – Lakukan tindakan pencegahan terhadap muatan listrik statis.
S36/37/39 – Kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai.
S60 – Bahan ini dan wadahnya harus dibuang sebagai limbah berbahaya.
S61 – Hindari pelepasan ke lingkungan. Lihat petunjuk khusus/lembar data keselamatan.
S62 – Jika tertelan, jangan dimuntahkan; segera dapatkan bantuan medis dan tunjukkan wadah atau label ini.
ID PBB UN 1206 3/PG 2
WGK Jerman 1
TSCA Ya
Perkenalan
Litium 2-etilheksil adalah senyawa organik. Berikut ini adalah pengenalan sifat, kegunaan, metode pembuatan dan informasi keamanan litium 2-etilheksil:
Kualitas:
- Penampilan: Cairan tidak berwarna atau kuning muda
- Larut: Larut dalam pelarut non-polar seperti alkana dan hidrokarbon aromatik.
Menggunakan:
- Katalis: 2-etilheksilitium dapat digunakan sebagai katalis dalam beberapa reaksi sintesis organik, seperti reaksi pertukaran hidrokarbon terhalogenasi dan organolitium untuk sintesis berbagai senyawa organik.
- Penstabil panas: Dapat digunakan sebagai penstabil panas untuk plastik dan karet, sehingga dapat meningkatkan ketahanan panasnya.
- Polimer konduktif: litium 2-etilheksil dapat digunakan dalam pembuatan elektrolit polimer untuk digunakan pada perangkat elektronik seperti baterai litium-ion dan superkapasitor.
Metode:
Litium 2-etilheksil umumnya disintesis dengan langkah-langkah berikut:
1. Magnesium heksil bromida direaksikan dengan etil asetat menghasilkan etil 2-heksiasetat.
2. Litium asetat bereaksi dengan etil 2-heksil asetat dengan adanya tungsten klorida menghasilkan 2-etilheksilitium.
Informasi Keselamatan:
- Litium 2-etilheksil harus dijauhkan dari suhu tinggi, sumber api, dan zat pengoksidasi, serta hindari kontak dengan kelembapan.
- Kenakan sarung tangan dan kacamata pelindung untuk memastikan ventilasi yang baik.
- Hindari menghirup uap atau debunya, dan jika Anda menghirup terlalu banyak, tinggalkan area yang terkontaminasi dan hirup udara segar tepat waktu.
- Prosedur pengoperasian yang aman harus diikuti selama penanganan, penyimpanan dan transportasi.