2′-Kloro-4-fluoroasetofenon(CAS# 456-04-2)
Kode Risiko | R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. R34 – Menyebabkan luka bakar R23/25 – Beracun jika terhirup dan jika tertelan. R36 – Mengiritasi mata |
Deskripsi Keamanan | S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S28 – Setelah kena kulit, segera cuci dengan busa sabun yang banyak. S45 – Jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika memungkinkan.) S36/37/39 – Kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai. S27 – Segera lepaskan semua pakaian yang terkontaminasi. |
ID PBB | PBB 3261 8/PG 2 |
WGK Jerman | 3 |
RTEC | AM6550000 |
KODE F MEREK FLUKA | 9-19 |
Kode HS | 29147000 |
Catatan Bahaya | Korosif/Lachrymatory |
Kelas Bahaya | 8 |
Grup Pengepakan | II |
Perkenalan
2-Kloro-4′-fluoroacetophenone adalah senyawa organik. Berikut ini pengenalan sifat, kegunaan, cara pembuatan dan informasi keselamatannya:
Kualitas:
- Penampilan: 2-Chloro-4′-fluoroacetophenone adalah cairan tidak berwarna hingga kuning pucat.
- Kelarutan : Larut dalam pelarut organik seperti kloroform, etanol dan eter.
Menggunakan:
- Penelitian kimia: 2-kloro-4′-fluoroacetophenone adalah zat antara yang umum digunakan dalam sintesis organik dan dapat digunakan dalam sintesis senyawa organik lainnya.
Metode:
- Ada banyak metode pembuatan 2-kloro-4′-fluoroasetofenon, dan salah satu metode yang umum digunakan diperoleh dengan fluorinasi kloroasetofenon. Langkah spesifiknya termasuk menambahkan katalis asam fluorida dan natrium paladium hidroksida ke dalam pelarut reaksi untuk mereaksikan kloroasetofenon dengan gas fluor untuk menghasilkan 2-kloro-4′-fluoroasetofenon.
Informasi Keselamatan:
- 2-Chloro-4′-fluoroacetophenone adalah senyawa organik, dan sifat-sifatnya yang berpotensi membahayakan memerlukan penanganan yang hati-hati.
- Saat menggunakan atau menyimpan, hindari kontak dengan bahan yang mudah terbakar, zat pengoksidasi kuat, dan asam kuat.
- Ventilasi yang memadai harus disediakan selama pengoperasian dan peralatan pelindung diri yang sesuai seperti sarung tangan dan kacamata keselamatan harus dipakai.