2 3-DIBROMO-5-METHYLPYRIDINE(CAS# 29232-39-1)
Kode Risiko | R20/21/22 – Berbahaya jika terhirup, jika kena kulit, dan jika tertelan. R36/37/38 – Mengiritasi mata, sistem pernafasan dan kulit. R41 – Risiko kerusakan serius pada mata R25 – Beracun jika tertelan |
Deskripsi Keamanan | S26 – Jika kena mata, segera bilas dengan banyak air dan dapatkan bantuan medis. S36/37/39 – Kenakan pakaian pelindung, sarung tangan, dan pelindung mata/wajah yang sesuai. S45 – Jika terjadi kecelakaan atau jika merasa tidak enak badan, segera dapatkan bantuan medis (tunjukkan label jika memungkinkan.) S39 – Memakai pelindung mata/wajah. |
ID PBB | UN 2811 6.1/PGIII |
WGK Jerman | 3 |
Kelas Bahaya | IRITASI |
Perkenalan
2,3-dibromo-5-methylpyridine (2,3-dibromo-5-methylpyridine) adalah senyawa organik dengan rumus kimia C6H5Br2N. Berikut penjelasan sifat, kegunaan, penyiapan dan informasi keamanannya:
Alam:
2,3-dibromo-5-methylpyridine adalah padatan berwarna kuning dengan bau yang menyengat. Ia memiliki titik leleh sekitar 63-65 derajat Celcius dan titik didih sekitar 269-271 derajat Celcius. Ini tidak larut dalam air dan larut dalam pelarut organik.
Menggunakan:
2,3-dibromo-5-methylpyridine adalah zat antara sintesis organik serbaguna. Ini dapat digunakan untuk mensintesis senyawa organik lainnya, seperti turunan zat aktif biologis, obat-obatan dan pestisida. Ini juga dapat digunakan untuk sintesis material perangkat elektronik seperti dioda pemancar cahaya organik (OLED) dan baterai organik.
Metode:
2,3-dibromo-5-metilpiridin dapat diperoleh dengan mereaksikan 5-metilpiridin dengan brom. 5-Methylpyridine mula-mula bereaksi dengan hidrogen bromida, dan kemudian melanjutkan bereaksi dengan metil klorida dengan adanya katalis untuk menghasilkan produk target.
Informasi Keselamatan:
2,3-dibromo-5-methylpyrridine bersifat iritasi dan dapat menyebabkan iritasi pada mata, kulit, dan sistem pernapasan. Selama penggunaan, prosedur pengoperasian yang aman harus dipatuhi dengan ketat, kontak langsung dengan kulit dan mata harus dihindari, dan pengoperasian harus dipastikan di tempat yang berventilasi baik. Selama penanganan dan penyimpanan, berhati-hatilah untuk menghindari kontak dengan oksidan dan bahan yang mudah terbakar untuk mencegah risiko kebakaran dan ledakan. Jika terhirup atau terkena senyawa ini, segera dapatkan bantuan medis dan konsultasikan dengan dokter profesional.